Wednesday, December 11, 2013

LAB 3 Konfigurasi Inter VLAN Routing pada catalyst switch

Inter VLAN routing adalah proses mem-forward traffic dalam jaringan dari satu vlan ke vlan yang lain dengan menggunakan router, hal ini dilakukan karena komputer dalam sebuah vlan atau brodcast domain tidak dapat terkoneksi dengan komputer yang berbeda vlan. untuk dapat mengkoneksikan komputer yang berbeda vlan maka dibutuhkan perangkat router (Layer 3). ciri dari interfacenya dapat dibuat subinterface,mendukung enkapsulai ISL serta DOT1Q, selain itu IOS (Internetworking Operating system /OS ) pada router harus mendukung proses trunking sehingga dapat dibuat trungking ke switchnya.  untuk Penjelasan VLAN dapat diliat dari postingan sebelumnya ,klik disini 

postingan kali ini kita akan membahas Inter vlan routing dengan rincian tabel sebagai berikut :

tabel 1 Inter vlan routing

Tabe 2 Inter vlan routing

berdasarkan tabel di atas maka topologi yang akan di konfigurasi ,yaitu :


Topologi. Inter Vlan Routing



Petunjuk :
  • Konfigurasi Router (admin) sehingga dapat dijadikan subinterface, enkapsulasi DOT1Q serta mem-forward traffic network antar vlan
  • Konfigurasi SW1 (blue) sebagai VTP server
  • Konfigurasi SW2 (Yellow) sebagai VTP client 
  • Konfigurasi SW3 (Red) sebagai VTP transparent
Tujuan :

VTP bertujuan untuk mengatur semua VLAN yant telah di konfigurasi melalui sebuah switch.serta memungkinkan seorang adminstrator untuk mengubah, menghapus, dan menggati nama VLAN.

Konfigurasi SW1 

SW1>en  => pindah ke privileged mode atau yang bertanda "#"
SW1#conf t  => perintah pindah ke global configuration mode atau di tandai dengan "(config)#"
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
SW1(config)#vtp mode server  => Mengubah switch menjadi VTP server mode
Device mode already VTP SERVER.
SW1(config)#vtp domain rudi => mengkonfigurasi VTP domain namenya dari 1 - 32 karakter
Domain name already set to rudi.
SW1(config)#vtp password rudi => membuat kata sandi untuk VTP dengan kata sandi nya "rudi"
Password already set to rudi
SW1(config)#interface range fa0/22-24
SW1(config-if-range)#switchport mode trunk => mendaftarkan interface ke dalam trunking mode
SW1(config-if-range)#switchport trunk native vlan 50 => menentukan vlan 50 sebagai native vlan
SW1(config-if-range)#exit
SW1(config)#interface vlan 50 => membuat sebuah interface virtual (bukan fisik) yaitu vlan 50
SW1(config-if)#ip address 192.168.50.4 255.255.255.0
SW1(config-if)#exit
SW1(config)#no ip domain-lookup => meng non-aktifkan fungsi dari DNS
SW1(config)#ip default-gateway 192.168.50.1 => menentukan alamat ip default gateway

Konfigurasi SW2

SW2#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
SW2(config)#vtp mode client => menjadi SW2 sebagai VTP client
Device mode already VTP CLIENT.
SW2(config)#vtp domain rudi => pengaturan nama domain harus sama
Domain name already set to rudi.
SW2(config)#vtp password rudi
Password already set to rudi
SW2(config)#interface range f0/1-3
SW2(config-if-range)#switchport mode access => mengatur port dari range fa0/1-3 sebaggai access
SW2(config-if-range)#switchport access vlan 100 => menentukan port ke dalam vlan 100
SW2(config-if-range)#exit
SW2(config)#interface f0/24
SW2(config-if)#switchport mode trunk
SW2(config-if)#switchport trunk native vlan 50
SW2(config-if)#exit
SW2(config)#no ip domain-lookup
SW2(config)#ip default-gateway 192.168.50.1
SW2(config)#interface vlan 50
SW2(config-if)#ip address 192.168.50.2 255.255.255.0
SW2(config-if)#^Z

Konfigurasi SW3

SW3>enable
SW3#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
SW3(config)#vtp mode transparent => mengatur/menjadi SW3 sebagai VTP transparent
Device mode already VTP TRANSPARENT.
SW3(config)#vtp domain rudi
Domain name already set to rudi.
SW3(config)#vtp password rudi
Password already set to rudi
SW3(config)#interface range f0/4-6
SW3(config-if-range)#switchport mode access
SW3(config-if-range)#switchport access vlan 200
SW3(config-if-range)#exit
SW3(config)#interface vlan 50
SW3(config-if)#ip address 192.168.50.3 255.255.255.0
SW3(config-if)#exit
SW3(config)#no ip domain-lookup
SW3(config)#ip default-gateway 192.168.50.1
SW3(config)#inter f0/23
SW3(config-if)#switchport trunk native vlan 50
SW3(config-if)#switchport mode trunk
SW3(config-if)#exit
SW3(config)#vlan 200
SW3(config-vlan)#name kaderisasi
SW3(config-vlan)#end => mengakhiri perintah bisa di ketikan dengan "end" atau "Ctrl + z"
SW3#wr => perintah untuk menyimpan hasil konfigurasi di NVRAM "write memory"
Building configuration...
[OK]
 Konfigurasi Router :

router>enable
router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
router(config)#int fa0/1
router(config-if)#no shutdown
router(config-if)#exit
router(config)#int f0/1.100 => angka seratus nama p
router(config-subif)#encapsulation dot1Q 100
router(config-subif)#ip address 192.168.100.1 255.255.255.0
router(config-subif)#exit
router(config)#int f0/1.200
router(config-subif)#encapsulation dot1Q 200
router(config-subif)#ip address 192.168.200.1 255.255.255.0
router(config-subif)#exit
router(config)#int f0/1.50
router(config-subif)#encapsulation dot1Q 50 native
router(config-subif)#ip address 192.168.50.1 255.255.255.0
router(config-subif)#do wr => bantuan "do" maka bs menyimpan konfigurasi bukan pd hirarkinya
Building configuration...
[OK]

Ket router :
- encapsulation dot1Q 50 native => menentukan VLAN 50 ke dalam subinterface yang nantinya vlan 50 sebagai VLAN native
- encapsulation dot1Q => subinterface yang digunakan adalah standar 802.1q dari IEEE sebagai trunking protocolnya , namun bisa juga menggunakan proprietary cisco yaitu inter-switch link (ISL)

Verifikasi:

Melihat hasil konfigurasi VTP pada masing - masing switch

SW1 :


Pada SW1 di konfigurasi sebagai VTP mode server serta dibuat ID vlan 100 dengan name nya syiar,
  • Secara default terkonfigurasi pada switch
  • minimum satu server untuk satu VTP domain
  • Bisa melakukan perubahan VLAN 
  • mengirim dan  mem-forward VTP advertisment
  • hasil konfigurasinya di simpan di NVRAM (media menyimpanan permanen di perangkat cisco)


SW2 :


Berdasarkan gambar di atas SW2 dijadikan sebagai client  dan interface fa0/1 hingga interface fa0/3 di daftarkan pada ID VLAN 100,
  • Tidak Bisa melakukan perubahan VLAN 
  • menerima VTP advertisment
  • hasil konfigurasinya tdk di simpan di NVRAM
SW3 :



SW3 di konfigurasi menjadi VTP transparent , pada transparent VLAN ID berdiri sendiri/independen dimana seorang admin mengetikan sendiri VLAN 200 , sehingga :
  • Bisa membuat perubahan VLAN untuk lokal kerja
  •  mem-forward VTP advertisment
  • hasil konfigurasinya di simpan di NVRAM
Router :


FastEthernet 0/1 pada router tidak di berikan IP, interface tersebut hanya bertindak menghubung router dengan SW2, namun berdasarkan gambar di ini terlihat "status dan protocol = UP " , artinya diberikan perintah "no shutdown" pada Fa0/1 karena secara default router cisco dalam keadaan mati walaupun power off/on sudah di nyalakan.

Status VTP pada SW1 :


SW1 ditentukan sebagai server dengan nama domain "rudi", terlihat dari gambar di atas,sedangkan untuk SW2 di tentukan sebagai client dan SW3 sebagai transparent.

show interface f0/24 switchport :


Pada port interface Fa0/24 di SW2 dijadikan sebagai trunk ,dimana menghubungkan antar switch dengan switch yang lain.

No comments:

Post a Comment