Sunday, May 11, 2014

LAB 22 Routing Services

Pada lab kali ini saya akan menggunakan TCL (Tool Command Language) untuk memudahkan dalam melakukan tes koneksi dan menyelesaikan fungsi yang dilakukan berulang-ulang pada perintah cisco. TCL (Tool command language) adalah bahasa pemrograman atau scripting yang dikembangkan oleh Dr. John Ousterhout yang digunakan sebagai alat untuk melakukan pengecekan/uji coba secara otomatis pada perangkat hardware atau software.
Topologi Routing Services

Tujuan:
  • Menggunakan script TCL untuk verifikasi konektifitas
  • mengkonfigurasi IP loopback dan IP interface pada router R1 dan R2
  • Menggunakan routing protocol RIP (Routing Information Protocol)
  • Mengintifikasi Penyebab terjadinya kegagalan.
Konfigurasi router R1
=> Perhatikan garis lingkar biru (disitu terdapat R1 dan R2 yang saling berdempetan) serta garis kotak ungu, router-routernya bisa dibuka sekaligus (tinggal pindah tab) , caranya..ketika pertama kali menginstall GNS3 pastikan untuk mengklik "superputty nya" karena difaultnya belum terceklis.
=> coba perhatikan tanda panah merah pada gambar diatas yg menerangkan bahwa interface fisiknya secara default masih dalam kondisi mati, sehingga dengan perintah "no shutdown" maka interface tersebut akan menyala. sedangkan untuk setiap interface loopback nya secara default telah menyala/hidup jadi nggak perlu lagi diberikan perintah "no shutdown".
=> dalam topologi ini saya memberikan IP loobpacknya begitu banyak, fungsinya buat apa ?? IP loobpack tersebut sama hal nya mewakili network-network yang berbeda dalam jaringan. jadi bisa dikatakan saya memiliki 2 router pada topologi lab nya tapi dengan IP loopback tersebut maka seolah-olah memiliki lebih dari 2 rotuer, untuk membuktikannya silahkan konfigurasi IP loopback masing-masing, kemudian tes koneksi ping ke loopback antar router dengan demikian hasil nya adalah FAIL/ tidak berhasil.  sehingga perlu ditambahkan routing protocol (RIP, EIGRP, OSPF dll) untuk menghubungkan para ip loopbacknya. pastinya kita tau bahwa fungsi dari routing protocol adalah menghubungkan antar jaringan yang berbeda.

Konfigurasi router R2
saya  menggunakan routing protocol RIPv2 Pada router R1 maupun R2 untuk menghubungkan kedua router tersebut. networknya 10.0.0.0 (mewakili network pada ip interface fisik dan ip loopbacknya) dan perintah "no auto-summary"  digunakan untuk menghemat routing table sehingga akan mengurangi beban proses CPU router (meng summary / meringkas IP nya).

Verifikasi
Tes koneksi (PING)
berdasarkan gambar diatas maka telah berhasil dan terkoneksi jaringannya namun tes yang dilakukan masih manual, artinya  untuk mengetes / melakukan ping ke masing - masing IP interface atau loopbacknya harus di satu-persatu. 

Hasil routing protocol
terlihat bahwa pada routing protocol kali ini saya menggunakan RIP sebagai penghubung antar network yang berbeda.
Tes koneksi dengan TCL (Tool Command Language)
kondisi di atas menunjukkan bahwa saya akan melakukkan tes ping secara bersamaan atau serempak dengan menggunakan bahasa script yaitu dimulai dari ping ke IP address 10.1.1.1 hingga 10.10.12.2. Fungsinya agar mempermudah pengecekan kesetiap IP addressnya.

Hasil Ping menggunakan TCL dari router R1
Hasil Ping menggunakan TCL dari router R2 ke router R1
kesimpulannya, dengan TCL ini akan memudahkan untuk uji coba atau mengecekan koneksi dalam jaringan secara otomatis dan identifikasi kesalahannya dapat diketahui.

No comments:

Post a Comment